Arema FC mengusung misi wajib menang saat menjamu Madura United pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (23/12/2025) sore WIB.
Kemenangan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki catatan kandang Singo Edan yang kurang meyakinkan. Dalam empat laga kandang terakhir, Arema selalu menelan kekalahan.
Tantangan semakin berat karena Arema tampil tanpa pelatih kepala Marcos Santos. Pelatih asal Brasil itu harus pulang ke negaranya untuk mendampingi orang tua yang sedang sakit.
Untuk sementara, tugas memimpin tim dipegang asisten pelatih Andre Caldas. Meski demikian, Andre memastikan komunikasi dengan Marcos Santos tetap berjalan intens, terutama dalam hal taktik dan strategi.
Tekanan Besar dari Aremania
Tekanan jelas mengarah ke Andre Caldas. Posisi Madura United yang berada tiga tingkat di bawah Arema, yakni peringkat ke-14 klasemen, membuat suporter menuntut kemenangan mutlak.
Jika kembali gagal meraih poin penuh, kritik tajam dari Aremania dipastikan mengalir deras. Namun Andre mengaku siap menghadapi situasi tersebut.
“Dalam sepak bola selalu ada tekanan setiap hari. Itu hal yang wajar dalam profesi ini, dan kami siap menghadapi pertandingan,” ujar Andre.
Tanpa Dalberto, Skema Disiapkan Ulang
Masalah lain datang dari absennya striker andalan Dalberto Luan. Top scorer sementara BRI Super League itu masih berada di Brasil dan dipastikan tak bisa tampil.
Andre dan staf kepelatihan harus memutar otak mencari solusi di lini depan. Pasalnya, Arema sangat bergantung pada produktivitas Dalberto yang telah mencetak 10 gol dari total 19 gol tim musim ini.
“Dia pemain penting, tetapi kami harus fokus pada pemain yang tersedia. Semua pemain sangat antusias menghadapi Madura United dan ingin meraih kemenangan,” jelas Andre.
Harapan di Lini Tengah
Tanpa Dalberto, Arema akan banyak bergantung pada kontribusi lini tengah. Valdeci Moreira dan Arkhan Fikri menjadi tumpuan sebagai pemecah kebuntuan.
Valdeci telah mencetak empat gol musim ini, catatan impresif untuk seorang gelandang. Sementara Arkhan Fikri menyumbang dua gol dan dipastikan siap diturunkan.
Di sisi lain, para penyerang lain seperti Dedik Setiawan, Razza Fachrezzi, dan Dimas Aryaguna belum mencatatkan gol. Minimnya menit bermain serta peran Dalberto yang dominan membuat mereka belum maksimal.
Dedik bahkan kerap diplot sebagai winger, sementara Razza dan Dimas masih membutuhkan jam terbang lebih banyak.
Dengan kondisi tersebut, laga kontra Madura United menjadi ujian nyata bagi Arema FC—bukan hanya soal hasil, tetapi juga kemampuan tim beradaptasi di tengah tekanan dan keterbatasan.
