Asian Games 2026: Aturan Baru Jegal Timnas Indonesia, PSSI Diminta Lobi AFC

Kabar kurang menggembirakan datang bagi Timnas Indonesia U-23 jelang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Peluang Garuda Muda untuk tampil di ajang tersebut terancam sirna akibat regulasi baru yang diterapkan AFC dan Olympic Council of Asia (OCA).

Aturan terbaru menyebutkan bahwa cabang sepak bola putra hanya akan diikuti oleh 16 negara yang tampil di putaran final Piala Asia U-23 2026. Kebijakan ini menjadi pukulan bagi skuad asuhan Gerald Vanenburg yang gagal lolos dari babak kualifikasi.

Situasi ini berbeda dengan edisi Asian Games 2022 di Hangzhou, ketika setiap negara masih bisa mendaftarkan tim melalui komite olimpiade masing-masing. Kini, pintu partisipasi seakan tertutup bagi negara yang absen di putaran final Piala Asia U-23.

Kegagalan di fase kualifikasi yang digelar di Sidoarjo membuat Kadek Arel dan rekan-rekannya harus menerima kenyataan pahit. Dampaknya, peluang tampil di pesta olahraga terbesar di Asia pun ikut terancam.


Celah Lewat Status Australia

Meski demikian, peluang belum sepenuhnya tertutup. PSSI bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dinilai masih bisa melobi AFC dan OCA dengan memanfaatkan celah regulasi.

Sorotan tertuju pada keikutsertaan Timnas Australia U-23. Secara geografis, Australia bukan bagian dari Asia, meski Football Australia telah menjadi anggota AFC sejak 2006.

Argumen yang berkembang menyebutkan bahwa keanggotaan Australia di AFC selama ini lebih relevan untuk kompetisi sepak bola seperti ajang AFC atau FIFA, bukan untuk multievent seperti Asian Games yang secara konsep merupakan pesta olahraga bangsa-bangsa Asia.

Jika partisipasi Australia dipertimbangkan ulang, satu slot yang kosong berpotensi diperebutkan oleh negara-negara yang gagal lolos, termasuk Indonesia.


Regulasi Dinilai Rancu

Pengamat sepak bola nasional, Toni Ho, menilai regulasi tersebut menimbulkan kerancuan. Menurutnya, identitas Asian Games sebagai ajang olahraga negara-negara Asia seharusnya dijaga secara konsisten.

“Karena ini pesta multicabang olahraga negara-negara Asia, seharusnya tidak ada negara di luar Asia yang ikut,” tegas Toni Ho.

Mantan pelatih Persipura Jayapura itu bahkan mengusulkan solusi kompromi berupa playoff untuk memperebutkan satu slot tambahan.

“Cara paling fair, satu tempat Australia bisa diperebutkan lewat playoff berdasarkan hasil Kualifikasi Piala Asia U-23 kemarin,” ujarnya.

Mungkin Anda Menyukai