Arsenal Masih di Jalur Empat Trofi, Ujian Berat Menanti di Penghujung Januari

Jakarta – Arsenal terus menjaga asa meraih empat gelar pada musim ini setelah memastikan langkah ke babak berikutnya Piala FA. Kemenangan atas Portsmouth di putaran ketiga menjadi modal penting, namun tantangan sesungguhnya justru baru akan dimulai.

Skuad asuhan Mikel Arteta akan memasuki periode super padat dengan enam pertandingan krusial hingga akhir Januari. Rentetan laga tersebut akan menguji konsistensi, kebugaran, sekaligus kedalaman tim yang selama ini menjadi kekuatan utama The Gunners.

Arsenal dijadwalkan menghadapi Chelsea di ajang Carabao Cup pada 15 Januari, disusul Nottingham Forest di Premier League tiga hari berselang. Ujian berat berlanjut di Liga Champions dengan menghadapi Inter Milan pada 21 Januari, lalu bertemu Manchester United di kompetisi liga pada 25 Januari. Dua laga berikutnya melawan Kairat Almaty (Liga Champions, 29 Januari) dan Leeds United (Carabao Cup, 31 Januari) akan menutup bulan yang sangat menuntut.

Arteta menegaskan bahwa seluruh pemain, termasuk yang jarang tampil sebagai starter, harus siap memberi kontribusi. Ia menilai keberhasilan tim melewati fase ini bergantung pada kebersamaan dan peran kolektif seluruh anggota skuad.

Martinelli Jawab Tekanan dengan Hat-trick

Pada laga melawan Portsmouth, Arsenal sempat tertinggal cepat setelah Colby Bishop mencetak gol saat laga baru berjalan tiga menit. Namun respons The Gunners terbilang matang, dengan penguasaan permainan yang perlahan kembali ke tangan mereka.

Sorotan utama tertuju pada Gabriel Martinelli. Winger asal Brasil tersebut tampil gemilang dengan mencetak tiga gol, sekaligus menorehkan hat-trick perdananya bersama Arsenal. Penampilan ini menjadi pembuktian di tengah sorotan negatif yang sebelumnya mengarah kepadanya akibat insiden dengan pemain Liverpool, Conor Bradley.

Alih-alih terpengaruh kritik, Martinelli menunjukkan ketenangan dan fokus penuh di lapangan. Gol-gol yang ia cetak pada menit ke-25, 51, dan 72 menegaskan kualitasnya sebagai penyerang sayap yang mampu menjadi penentu hasil.

Bola Mati Jadi Senjata Andalan

Selain performa individu Martinelli, efektivitas Arsenal dalam memanfaatkan bola mati kembali menjadi pembeda. Dua gol lahir dari situasi sepak pojok dengan skema yang rapi dan sulit dibaca pertahanan lawan. Arsenal juga diuntungkan oleh gol bunuh diri Andre Dozzell.

Kekuatan dalam situasi set piece ini mencerminkan detail persiapan tim pelatih. Arsenal terlihat mampu memaksimalkan peluang sekecil apa pun untuk menekan lawan dan mengontrol jalannya pertandingan.

Kepercayaan Diri Menuju Putaran Berikutnya

Kemenangan 4-1 di Fratton Park memastikan Arsenal melangkah ke putaran keempat Piala FA. Lebih dari sekadar tiket lolos, hasil ini memberi suntikan kepercayaan diri menjelang rangkaian laga berat yang menanti.

Keberhasilan bangkit setelah tertinggal cepat memperlihatkan kematangan mental dan organisasi permainan skuad muda Arsenal. Modal tersebut akan sangat dibutuhkan jika The Gunners ingin menjaga mimpi meraih quattrick gelar tetap hidup hingga akhir musim.

Mungkin Anda Menyukai