Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa peluang timnya dalam perburuan gelar La Liga belum tertutup, meski baru saja menelan kekalahan 1-2 dari Mallorca.
Dalam laga tersebut, Mallorca unggul lebih dulu lewat gol Manu Morlanes di akhir babak pertama. Madrid sempat menyamakan kedudukan melalui Eder Militao pada menit ke-88.
Namun, gol dramatis Vedat Muriqi di masa injury time memastikan kemenangan tuan rumah sekaligus membuat posisi Madrid semakin tertekan dalam perburuan gelar.
Saat ini, Los Blancos tertinggal dari Barcelona di puncak klasemen. Jarak tersebut berpotensi melebar jika sang rival terus meraih kemenangan.
Arbeloa: La Liga Belum Berakhir
Meski hasil mengecewakan, Arbeloa tetap optimistis. Ia menegaskan bahwa kompetisi masih panjang dan peluang masih terbuka.
“La Liga belum berakhir bagi kami, masih ada banyak pertandingan tersisa,” ujar Arbeloa.
Ia menekankan bahwa masih ada delapan laga yang harus dimaksimalkan oleh timnya.
“Kami harus memenangkan semuanya,” tegasnya.
Soroti Performa dan Kurangnya Kreativitas
Arbeloa mengakui performa timnya jauh dari harapan, terutama dalam hal kreativitas dan efektivitas serangan.
Menurutnya, ada perbedaan signifikan antara permainan di babak pertama dan kedua. Pada paruh kedua, tim terlihat kehilangan kesabaran saat tertinggal.
“Di babak kedua ada rasa cemas, kami kehilangan kesabaran dan itu membuat segalanya menjadi lebih sulit,” jelas Arbeloa.
Ia juga menilai timnya tidak mampu menjalankan rencana permainan yang sudah disiapkan selama latihan.
“Kami kurang sabar, energi, dan ide di lapangan,” tambahnya.
Kurang Intensitas, Madrid Bayar Mahal
Selain aspek teknis, Arbeloa menyoroti minimnya intensitas permainan timnya. Ia menilai hal tersebut menjadi faktor utama kegagalan meraih hasil positif.
“Hari ini tanpa memberikan 200 persen, kami tidak akan bisa menang,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa Mallorca tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang ada.
