Belum genap sepekan, kejadian serupa kembali terjadi dalam laga tunda pekan ke-24 antara AC Milan menghadapi Como di Stadion San Siro. Bedanya, kali ini situasinya jauh lebih unik dan membingungkan.
Jika pada laga sebelumnya kartu merah diberikan kepada pemain yang dianggap melakukan pelanggaran, di pertandingan Milan versus Como justru sosok yang tidak melakukan kontak terlarang yang harus menerima hukuman berat. Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu yang dirugikan dan membuat atmosfer pertandingan memanas.
Para pemain sempat mengerubungi wasit untuk meminta penjelasan. Tayangan ulang memperlihatkan bahwa insiden bermula dari kontak ringan yang sebenarnya tidak signifikan. Namun interpretasi wasit berbeda, sehingga kartu merah tetap dikeluarkan.
Sorotan untuk Wasit dan VAR
Rangkaian kejadian ini kembali memunculkan perdebatan soal konsistensi kepemimpinan wasit di Serie A. Banyak pengamat mempertanyakan bagaimana dua insiden dengan pola hampir serupa bisa menghasilkan keputusan berbeda dan sama-sama kontroversial.
Teknologi VAR yang diharapkan menjadi solusi pun kembali dipertanyakan efektivitasnya. Alih-alih meredam polemik, keputusan yang diambil justru memperpanjang daftar perdebatan soal standar penilaian pelanggaran dan simulasi di kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut.
Dalam hitungan hari, dua pertandingan berbeda menyajikan drama yang hampir identik. Bagi para pencinta sepak bola Italia, ini menjadi bukti bahwa panasnya persaingan tak hanya terjadi antarpemain, tetapi juga dalam ruang interpretasi aturan yang terus memicu kontroversi.
