Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengakui timnya belum memiliki kemewahan untuk mengistirahatkan Erling Haaland jelang laga fase grup Liga Champions melawan Bodø/Glimt, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Padahal, kondisi fisik sang penyerang tengah disebut tidak berada pada level ideal.
Keterbatasan opsi di lini depan memaksa Guardiola kembali menurunkan Haaland sebagai ujung tombak utama The Citizens, termasuk saat menjalani lawatan berat ke Norwegia. Situasi ini memperpanjang beban yang harus ditanggung striker asal Norwegia tersebut di tengah jadwal pertandingan yang sangat padat.
Isu kelelahan Haaland sejatinya telah diungkap Guardiola sejak pekan lalu. Dampaknya terlihat jelas saat Manchester City menelan kekalahan 0-2 dari Manchester United dalam Derby Manchester di Old Trafford. Pada laga tersebut, Haaland tampil jauh dari performa terbaiknya dan kesulitan memberikan ancaman berarti ke lini pertahanan Setan Merah.
Pergerakan Haaland tampak tidak seagresif biasanya. Ia beberapa kali kalah duel dengan bek United dan minim sentuhan berbahaya di kotak penalti. Situasi semakin mengkhawatirkan ketika Haaland terlihat berjalan tertatih menuju lorong stadion saat turun minum, setelah sempat mendapatkan perawatan akibat benturan dengan Harry Maguire. Ia akhirnya ditarik keluar pada menit ke-80, menandai salah satu penampilan tersulitnya musim ini.
Guardiola Tak Punya Banyak Pilihan
Meski menyadari kondisi Haaland yang belum sepenuhnya pulih, Guardiola menegaskan dirinya tak memiliki banyak alternatif. Omar Marmoush, yang diproyeksikan sebagai pelapis sekaligus opsi rotasi di lini depan, masih memperkuat Timnas Mesir di ajang Piala Afrika.
Guardiola memastikan Marmoush belum akan bergabung dengan skuad yang terbang ke Norwegia. Di sisi lain, rekrutan anyar Antoine Semenyo belum dapat dimainkan karena tidak terdaftar untuk kompetisi Liga Champions. Kombinasi situasi tersebut membuat Haaland kembali memikul beban besar, termasuk tampil di negaranya sendiri saat City menghadapi Bodø/Glimt.
Pelatih asal Spanyol itu memberi sinyal bahwa rotasi baru bisa dilakukan dalam laga-laga berikutnya. Pertandingan Premier League melawan Wolves atau duel Liga Champions menghadapi Galatasaray dinilai menjadi momen yang lebih realistis untuk memberi Haaland waktu istirahat, dengan catatan Marmoush sudah kembali ke skuad.
Peran Vital Haaland bagi Manchester City
Guardiola menegaskan betapa krusialnya peran Haaland dalam sistem permainan City. Ketajaman, kekuatan fisik, dan insting golnya membuat City sangat bergantung pada kehadirannya di lini depan.
“Erling sangat penting bagi kami. Dengan semua yang telah ia lakukan, kami beruntung memilikinya. Kami membutuhkan dia dan semua pemain lainnya,” ujar Guardiola.
Ia juga menyoroti padatnya kalender pertandingan yang dijalani City musim ini. Menurut Guardiola, perjalanan ke Norwegia bukan hanya menguras fisik para pemain, tetapi juga aspek mental. Karena itu, staf pelatih harus cermat membaca kondisi keseluruhan skuad.
“Kami harus melihat bagaimana mereka pulih, bukan hanya secara fisik, tetapi juga perasaan dan mental mereka. Setelah itu kami lanjutkan lagi, karena musim ini sama seperti musim lalu, penuh dengan laga penting setiap tiga atau empat hari,” tambahnya.
Bukan Kambing Hitam Kekalahan
Meski mengakui kelelahan Haaland dan absennya Marmoush, Guardiola menolak menjadikan faktor tersebut sebagai alasan utama kekalahan dari Manchester United. Ia menilai pendekatan tersebut terlalu menyederhanakan masalah dan tidak adil bagi para pemain yang telah bekerja keras.
Guardiola bahkan memuji kualitas Marmoush, namun menegaskan bahwa hasil buruk tidak bisa dikaitkan hanya dengan satu pemain yang absen.
“Omar adalah pemain luar biasa, tetapi akan sangat buruk bagi saya jika mengatakan kami kalah karena dia tidak ada. Itu tidak adil untuknya, tidak adil untuk tim, dan tidak adil bagi semua pemain yang setiap hari berusaha memberikan yang terbaik,” tegas Guardiola.
Dengan situasi ini, Manchester City kembali bertumpu pada Haaland dalam misi meraih poin penting di markas Bodø/Glimt. Guardiola berharap sang striker mampu mengatasi kelelahan yang dialaminya dan tetap memberi kontribusi maksimal, setidaknya hingga opsi rotasi di lini depan kembali tersedia dalam beberapa pertandingan ke depan.
