Kedatangan Dion Markx ke Persib Bandung pada paruh musim menarik perhatian, bukan hanya karena statusnya sebagai pemain muda potensial, tetapi juga pilihan nomor punggungnya. Bek berusia 20 tahun itu memilih nomor 44 untuk dikenakan bersama Maung Bandung.
Nomor tersebut bukan sekadar angka. Bagi Dion Markx, nomor 44 menyimpan makna personal yang berkaitan langsung dengan perjalanan awal kariernya sebagai pesepak bola profesional.
Sebagai pemain muda di klub baru, nomor punggung menjadi bagian dari identitas. Dion pun memilih angka yang memiliki ikatan emosional kuat dan merepresentasikan fase penting dalam kariernya.
Gabungan Debut Klub dan Timnas Indonesia
Dion Markx mengungkapkan bahwa nomor 44 merupakan hasil penggabungan dua nomor penting dalam hidupnya. Angka tersebut berasal dari nomor debutnya di level klub dan tim nasional.
“Saat debut di klub sebelumnya, saya memakai nomor 25, dan saat debut di Timnas Indonesia saya memakai nomor 19. Keduanya digabung menjadi 44,” ujar Dion di laman resmi Persib.
Nomor tersebut menjadi pengingat perjalanan awal yang membawanya hingga ke Persib Bandung. Dengan membawa memori debut tersebut, Dion berharap dapat menjaga mentalitas berani dan fokus setiap kali mendapat kesempatan bermain.
Identitas Bek dan Persaingan di Persib
Selain faktor personal, Dion Markx juga menilai nomor 44 relevan dengan perannya sebagai pemain bertahan. Dalam sepak bola, angka 4 identik dengan posisi bek dan simbol ketangguhan di lini pertahanan.
“Nomor 4 biasanya identik dengan pemain bertahan. Saya melihat nomor 44 kosong dan langsung memilihnya,” tambahnya.
Pilihan tersebut juga logis mengingat nomor 4 di Persib telah menjadi milik Julio Cesar, bek asal Brasil yang tampil konsisten sebagai pilar pertahanan Maung Bandung.
Dengan persaingan ketat di sektor bek tengah, Dion Markx datang membawa kesadaran penuh akan tantangan yang menantinya—seraya menyiapkan diri untuk bersaing dan berkembang bersama Persib.
