AC Milan Dipermalukan Udinese 0-3, Eksperimen Formasi 4-3-3 Berujung Bencana

AC Milan harus menelan pil pahit setelah kalah telak 0-3 dari Udinese pada pekan ke-32 Serie A 2025/2026. Bermain di San Siro, Rossoneri tampil jauh dari harapan dan gagal memberikan perlawanan berarti.

Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Milan yang sedang berjuang mengamankan posisi di papan atas klasemen. Performa inkonsisten dalam beberapa laga terakhir kini semakin menjadi sorotan.

Eksperimen Taktik Justru Jadi Masalah

Pelatih Massimiliano Allegri mencoba melakukan perubahan dengan menerapkan formasi 4-3-3. Namun, strategi tersebut justru tidak berjalan sesuai rencana.

Alih-alih tampil lebih menyerang, Milan terlihat kehilangan keseimbangan permainan. Lini depan kurang tajam, sementara pertahanan justru lebih mudah ditembus oleh lawan.

Perubahan ini membuat alur permainan tidak jelas dan transisi antar lini berjalan lambat.

Lini Depan Tumpul, Minim Ancaman

Rafael Leao dipercaya menjadi ujung tombak dengan dukungan Christian Pulisic dan Alexis Saelemaekers di sisi sayap. Namun, kombinasi tersebut gagal memberikan tekanan serius ke pertahanan Udinese.

Di lini tengah, trio Samuele Ricci, Luka Modric, dan Adrien Rabiot juga kesulitan mengontrol tempo permainan. Kreativitas minim dan sering kehilangan bola membuat Milan kesulitan berkembang.

Hasilnya, peluang yang tercipta tidak mampu dikonversi menjadi gol.

Allegri Akui Tim Sedang dalam Fase Sulit

Usai pertandingan, Allegri mengakui bahwa timnya sedang mengalami periode yang tidak mudah. Ia juga menyoroti buruknya efektivitas di lini depan.

Menurutnya, tim sebenarnya sempat mendapatkan peluang, namun gagal dimaksimalkan. Selain itu, pertahanan juga dinilai tidak cukup terorganisir saat menghadapi tekanan.

Kondisi ini membuat Milan semakin tertekan dalam persaingan papan atas.

Posisi Milan Terancam

Kekalahan ini membuat posisi AC Milan di peringkat ketiga mulai goyah. Jika tidak segera bangkit, peluang mereka untuk finis di zona Liga Champions bisa terancam.

Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, Milan dituntut segera menemukan solusi terbaik, baik dari sisi taktik maupun performa individu pemain.

Mungkin Anda Menyukai