Persija Jakarta harus menggigit jari setelah gagal mengamankan kemenangan atas Borneo FC pada pekan ke-24 BRI Super League, Selasa (3/3) malam WIB.
Bermain di Jakarta International Stadium, Macan Kemayoran sebenarnya sudah dua kali unggul. Namun, gol pada menit 90+4 membuat laga berakhir 2-2 dan dua poin pun melayang.
Hasil ini membuat Persija gagal memangkas jarak dari Persib Bandung di puncak klasemen. Berikut tiga hal yang paling disesali Persija dari laga tersebut.
1️⃣ Cedera Alaeddine Ajaraie Ubah Pola Serangan
Sejak awal laga, Persija tampil agresif dengan kuartet Allano Lima, Maxwell Souza, Gustavo Almeida, dan Alaeddine Ajaraie di lini depan. Pergerakan cair dan rotasi cepat mereka sempat merepotkan pertahanan Borneo FC.
Namun situasi berubah pada menit ke-55 ketika Alaeddine mengalami cedera dan harus digantikan Jean Motta.
Absennya pemain asal Maroko itu berdampak signifikan. Alaeddine bukan hanya tajam dalam menyerang, tetapi juga aktif membantu pertahanan. Setelah ia keluar, intensitas pressing dan variasi serangan Persija menurun.
2️⃣ Terlalu Banyak Peluang Terbuang
Secara statistik, Persija tampil lebih dominan. Mereka melepaskan 10 tembakan sepanjang laga, tetapi hanya tiga yang tepat sasaran.
Beberapa peluang emas gagal dimaksimalkan, termasuk kesempatan dari Maxwell Souza dan Rizky Ridho. Selain itu, sembilan tendangan sudut yang didapat juga tak mampu dikonversi menjadi gol tambahan.
Sebaliknya, Borneo FC tampil lebih efektif. Dengan peluang yang minim, mereka mampu mencetak dua gol krusial.
Efektivitas inilah yang menjadi pembeda di laga penuh tekanan tersebut.
3️⃣ Kurang Sigap di Detik-Detik Akhir
Ketika kemenangan sudah di depan mata, Persija kehilangan fokus pada momen krusial.
Gol penyeimbang Borneo FC bermula dari situasi di sisi kanan pertahanan Persija. Fajar Fathurrahman yang sebelumnya tampil cukup solid gagal memotong umpan ke arah Caxambu pada menit 90+4.
Situasi itu berkembang cepat hingga bola liar disambar Ikhsan Zikrak menjadi gol penyeimbang.
Bukan kesalahan fatal, tetapi detail kecil di momen genting itulah yang akhirnya menghukum Persija.
