3 Faktor yang Bisa Mengantar Persib Bangkit dan Remontada Lawan Ratchaburi: Menanti Magis GBLA

Persib Bandung menelan kekalahan pahit pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026. Bertandang ke markas Ratchaburi FC, Maung Bandung takluk 0-3 dalam laga yang digelar Rabu (11/2/2026) malam WIB.

Dua gol Pedro Tana dan satu tambahan dari Gabriel Kupa membuat wakil Thailand berada di atas angin. Persib pulang dengan beban berat sekaligus pekerjaan rumah besar jelang leg kedua.

Kini, situasi menempatkan Pangeran Biru dalam posisi sulit. Untuk memastikan tiket perempat final, Persib wajib menang dengan selisih empat gol pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026). Di atas kertas, misi tersebut tampak nyaris mustahil. Namun, sepak bola kerap menghadirkan kisah yang melampaui logika.

Berikut tiga faktor yang bisa membuka jalan bagi Persib untuk menciptakan comeback spesial.


1. Bobotoh dan Magis Kandang

Faktor pertama adalah kekuatan dari tribun. Bobotoh diprediksi akan memadati GBLA dan menciptakan atmosfer yang menggetarkan sejak menit pertama.

Dukungan suporter bukan sekadar latar belakang pertandingan. Dalam laga hidup-mati, energi dari tribun sering menjadi bahan bakar tambahan bagi pemain di lapangan. Tekanan psikologis pun bisa berbalik menghantam tim tamu yang harus bertahan di tengah sorakan puluhan ribu pendukung lawan.

Tak menutup kemungkinan, koreografi dan dukungan total dari Bobotoh menjadi pemantik semangat sekaligus simbol perlawanan sejak awal laga.


2. Adaptasi Pemain Baru Kian Matang

Alasan kedua terletak pada perkembangan chemistry tim. Para pemain anyar yang direkrut pada Januari 2026 kini memiliki waktu lebih panjang untuk memahami skema racikan pelatih Bojan Hodak.

Pada leg pertama, Sergio Castel sempat menghadirkan ancaman bagi pertahanan Ratchaburi. Namun, koordinasi antarlini masih belum sepenuhnya padu.

Dengan tambahan waktu persiapan, kolaborasi di lini depan hingga tengah diyakini bisa tampil lebih cair. Pemahaman taktik dan kekompakan menjadi elemen krusial untuk mengejar defisit tiga gol.

Selain itu, Layvin Kurzawa tetap menyimpan potensi sebagai pembeda. Pengalaman dan kualitasnya di level Eropa dapat menjadi kartu truf dalam laga penentuan, terutama jika Persib membutuhkan momen individual yang menentukan.


3. Mentalitas dan Momentum Awal

Faktor terakhir adalah soal mentalitas. Dalam skenario remontada, gol cepat bisa mengubah segalanya. Satu gol di awal laga akan membangkitkan kepercayaan diri sekaligus menumbuhkan tekanan bagi lawan.

Persib harus tampil agresif, tetapi tetap disiplin agar tidak membuka ruang serangan balik. Keseimbangan antara keberanian menyerang dan kecermatan bertahan akan menjadi kunci.

Jika mampu mencetak gol lebih dulu dan menjaga intensitas, bukan tidak mungkin GBLA menjadi saksi malam bersejarah bagi Maung Bandung.

Mungkin Anda Menyukai