Timnas Indonesia kembali gagal meraih gelar juara setelah takluk di final FIFA Series 2026. Kekalahan ini memperpanjang puasa trofi skuad Garuda menjadi 18 tahun sejak terakhir kali juara pada 2008.
Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026) malam WIB, Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Bulgaria dengan skor tipis 0-1.
Meski tampil dominan dalam penguasaan bola, Indonesia kesulitan mengonversi peluang menjadi gol. Efektivitas di lini depan kembali menjadi masalah utama.
Satu-satunya gol dalam pertandingan ini dicetak Marin Petkov lewat titik penalti pada menit ke-37.
Kekalahan ini tidak hanya menggagalkan ambisi juara, tetapi juga kembali membuka luka lama: label “spesialis runner-up” yang masih melekat pada tim Merah Putih.
Terakhir Juara 2008, Penuh Kontroversi
Jika menoleh ke belakang, gelar terakhir Timnas Indonesia diraih pada 2008 di ajang Indonesia Independence Cup.
Namun, keberhasilan itu diwarnai kontroversi. Pada laga final melawan Timnas Libya, pertandingan tidak berjalan hingga selesai.
Indonesia unggul 1-0 di babak pertama, tetapi Libya menolak melanjutkan pertandingan di babak kedua karena insiden di lapangan. Akhirnya, Indonesia dinyatakan menang walk over (WO) dan keluar sebagai juara.
“Spesialis Runner-up” yang Terus Berulang
Kegagalan di FIFA Series 2026 seolah menegaskan kembali status lama Timnas Indonesia sebagai “spesialis runner-up”.
Di ajang Piala AFF, Indonesia tercatat sebagai tim dengan jumlah runner-up terbanyak. Dari 15 partisipasi, enam kali finis di posisi kedua (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020).
Statistik tersebut menunjukkan konsistensi untuk bersaing di level atas, tetapi belum mampu ditutup dengan gelar juara.
Kini, setelah 18 tahun tanpa trofi, pertanyaan besar kembali mencuat: kapan Timnas Indonesia mampu mengakhiri puasa gelar di level senior?
