Arsenal menjadi sorotan selama jeda internasional Maret 2026 setelah sejumlah pemainnya mundur dari tugas negara. Total ada 11 pemain yang tidak melanjutkan agenda bersama tim nasional, memicu berbagai spekulasi di publik.
Sebagian pihak menduga klub sengaja menarik para pemain lebih awal demi menjaga kebugaran, mengingat Arsenal tengah bersaing di tiga kompetisi sekaligus.
Namun, manajer Mikel Arteta memberikan klarifikasi tegas. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan diambil secara profesional dan berdasarkan kondisi medis pemain, bukan kepentingan sepihak klub.
Arteta menyebut komunikasi dengan berbagai federasi berjalan sangat baik, termasuk dengan pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel. Arsenal selalu terbuka dalam menyampaikan kondisi pemain sebelum keputusan diambil.
Menurut Arteta, faktor utama mundurnya para pemain adalah kondisi fisik yang belum sepenuhnya fit. Karena itu, keputusan medis menjadi prioritas utama.
Kasus seperti Gabriel Magalhaes dan William Saliba menjadi contoh, di mana keduanya tidak melanjutkan tugas internasional demi pemulihan kondisi. Hal serupa juga dialami Bukayo Saka dan Declan Rice yang akhirnya kembali ke klub tanpa dimainkan.
Di tengah situasi tersebut, Arsenal tetap menjaga fokus pada target musim. Meski gagal di final Piala EFL, peluang meraih gelar lain masih terbuka, terutama di Piala FA dan Liga Champions.
Performa tim juga dinilai tetap stabil. Arteta bahkan berhasil meraih penghargaan Manajer Terbaik Premier League bulan Maret, yang menjadi bukti konsistensi The Gunners dalam menjalani periode krusial musim ini.
Arsenal pun memiliki catatan positif di Piala FA, dengan lolos dari 14 dari 16 kesempatan terakhir di babak perempat final.
