10 Tahun Gianni Infantino Pimpin FIFA, Erick Thohir Paparkan Dampak Besar bagi Indonesia

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi tinggi atas satu dekade kepemimpinan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Selama sepuluh tahun terakhir, FIFA dinilai sukses melahirkan berbagai program strategis yang membawa perubahan signifikan bagi sepak bola global, termasuk Indonesia.

“Kini telah genap 10 tahun sejak Presiden Gianni Infantino memulai kepemimpinannya di FIFA,” ujar Erick Thohir.

“Dalam satu dekade terakhir, FIFA meluncurkan beragam program strategis yang berkontribusi besar terhadap perkembangan sepak bola dunia. Inisiatif-inisiatif tersebut telah membentuk ulang wajah sepak bola secara global,” tambahnya.


Terobosan FIFA yang Bersifat Transformatif

Erick Thohir menyoroti sejumlah terobosan penting yang digagas FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. Salah satunya adalah FIFA Series, yang membuka akses kompetisi antarbenua bagi banyak asosiasi anggota yang sebelumnya sulit terwujud secara mandiri.

Selain itu, perubahan format Piala Dunia U-17 menjadi turnamen tahunan dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga kesinambungan pembinaan dan penemuan bakat muda.

“FIFA Series menjadi terobosan penting karena membuka kompetisi antarbenua bagi berbagai asosiasi anggota. Sementara Piala Dunia U-17 yang kini digelar setiap tahun memastikan proses pembinaan talenta berjalan berkelanjutan,” tegas Erick.

Ia juga menyinggung perluasan Piala Dunia 2026 dari 32 menjadi 48 peserta sebagai upaya meningkatkan representasi global. Di sisi lain, format baru Piala Dunia Antarklub diharapkan mampu memperkuat eksistensi sepak bola klub di tingkat internasional.


Dorongan Besar bagi Sepak Bola Wanita

Tak hanya sepak bola putra, Erick Thohir juga menyoroti perhatian FIFA terhadap pengembangan sepak bola wanita. Program-program tersebut diarahkan untuk memprofesionalkan ekosistem sepak bola wanita secara inklusif.

“Melalui program pengembangan sepak bola wanita, FIFA mendorong terciptanya ekosistem yang lebih profesional dan inklusif. Secara kolektif, inisiatif ini membantu negara-negara anggota, termasuk Indonesia, meningkatkan daya saing di level Asia dan dunia,” ujarnya.

Menurut Erick, kemajuan global tersebut mulai tercermin dalam peningkatan performa dan struktur sepak bola nasional Indonesia.


Dukungan Nyata FIFA untuk Indonesia

Erick Thohir menegaskan bahwa sejumlah pencapaian penting Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari dukungan FIFA. Salah satunya adalah kepercayaan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.

Selain itu, Timnas Indonesia juga mencatat sejarah dengan melaju hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

“Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, lolos ke Piala Dunia U-17 2025, dan menorehkan sejarah dengan mencapai putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk tim nasional senior,” jelas Erick.

Dukungan konkret FIFA juga diwujudkan melalui pendirian Kantor Regional FIFA di Jakarta serta bantuan pendanaan melalui Program FIFA Forward. Salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut adalah pembangunan pusat pelatihan berstandar internasional di Ibu Kota Nusantara.


Penguatan Manajemen dan Investasi Jangka Panjang

Menurut Erick Thohir, investasi jangka panjang FIFA sangat vital bagi pembinaan usia muda dan pertumbuhan sepak bola nasional secara menyeluruh. Ke depan, PSSI juga berharap dapat memiliki kantor pusat permanen melalui skema kerja sama yang sama.

Selain infrastruktur, FIFA turut mendorong penguatan manajemen olahraga dan pendidikan sepak bola melalui inisiatif seperti Garuda Akademi yang kini telah memasuki tahap akhir.

“Ini adalah investasi jangka panjang yang penting bagi pembinaan usia muda dan tata kelola sepak bola nasional. Ke depan, kami berharap PSSI juga dapat memiliki kantor pusat representatif milik sendiri,” tegas Erick.


Erick Thohir Nyatakan Kebanggaan

Erick Thohir menyebut seluruh program tersebut mencerminkan komitmen nyata FIFA dalam membangun sepak bola, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga tata kelola dan profesionalisme.

“Program-program ini menjadi wadah pengembangan talenta terbaik bangsa dengan kurikulum kelas dunia. Ini mencerminkan komitmen membangun sepak bola secara menyeluruh,” ujarnya.

“Saya bangga bisa berkontribusi dalam komunitas FIFA serta membantu Indonesia mendapatkan pengakuan internasional yang lebih luas melalui kolaborasi dan dukungan FIFA. Terima kasih Presiden Gianni Infantino,” pungkas Erick Thohir.


Mungkin Anda Menyukai